Menu

Mode Gelap
 

Fakta & Peristiwa · 5 Apr 2023 22:44 WIB ·

Cerita Eksekusi Bandar Narkoba Antar Opini Dan Kenyataan


 Cerita Eksekusi Bandar Narkoba Antar Opini Dan Kenyataan Perbesar

(foto).Azlan Hasla Rao, Pendiri dan Pemimpin Redaksi Media TARGET BUSER Grup Sumatera duduk bersama dengan sahabat TUMIRAN ,- Dewan Redaksi

Eksekusi Narkoba : Diantara Opini dan Kenyataan

Oleh : Azlan Hasla Rao *Dan Sahabat, Tumiran –

BERULANG  Kali aparat berhasil menangkap bandar narkoba, ini sebuah perspektif yang selalu mendapat liputan luas pers, tapi prestasi ini rupanya tidak punya hubungan dengan menurunnya angka pengguna narkoba. Benda jahat itu tetap saja merajalela, semakin deras bagaikan air bah memporak-porandakan dan menghancurkan anak bangsa.

Bahkan narkoba beredar dengan amannya, justru di tempat yang tertutup dan di jaga rapat dan super ketat seperti penjara, sebuah masalah yang sulit dijelaskan dengan logika, namun tetap dalam realitas sebagai barang yang ilegal.

Tentulah narkoba merupakan komoditas yang menguntungkan, seperti hukum ekonomi yang mengatakan terbatasnya persediaan, maka naiklah permintaan, naiknya harga dan pasar itu pastilah bergerak ke negara yang permintaannya tinggi.

Boleh suka atau tidak, Indonesia adalah pasar yang memenuhi perspektif itu dan merupakan sasaran “empuk” bagi warga negara lain yang memasarkan benda jahat ini, karena dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan pengguna narkobanya terus meningkat drastis hingga sulit terbendung dan terberantaskan.

TETAP Inilah negeri yang sangat keras, justru sangat keras memperlakukan narkoba. Padahal, inilah barang yang bukan saja menimbulkan ketergantungan, melainkan juga menghancurkan semua aspek terbaik dari seorang anak manusia (anak bangsa — red ).

Bacalah undang-undang yang mengatur prihal narkoba, maka nyatalah hukum itu begitu rumit, begitu detail, tetapi justru dalam kerumitan dan kerinciannya itulah membuka lebar “pintu” untuk meringankan hukuman bahkan “lolos” dari jerat hukum. Bahkan hukum itu juga yang membuat kategori dan klasifikasi kejahatan narkoba semakin abstrak.

Misalnya dipilah-pilah pula apakah tindak pidana itu didahului dengan pemufakatan jahat, dilakukan secara terorganisasi ataukah dilakukan secara korporasi. Terbayanglah habis waktu polisi dan jaksa untuk mengumpulkan data maupun bukti tersebut.

APAKAH dilakukan secara terorganisasi ??? Karena sulit membuktikan kejahatan terorganisasi, maka bisa saja menjadi permufakatan jahat atau malah pengedar biasa. Begitu biasa.

Sungguh undang-undang prihal tentang narkoba yang demikian canggihnya, sehingga menyediakan lubang dan ruang bagi hukuman ringannya bahkan lolosnya pelaku kejahatan. Sebab aparat dituntut harus jeli melihat “bulu” pelaku, membedakan bandar, pengedar dan pengguna (pemakai – red  ). Sebuah predikat yang tergantung tafsir dan kejelian aparat polisi, jaksa dan hakim.

Bandar bisa turun pangkat menjadi pengedar dengan begitu turunlah pula berat hukuman, kemudian pengedar bisa diringankan pemakainya menjadi, tentu turun lagi tonase hukumannya menjadi lebih ringan. Akhirnya giliran pemakai, apalagi kalau bukan bebas atau mendekam di balik terali besi dengan hukuman ringan karena jumlah tonase (barang bukti) nya juga ringan.  

TENTU ada pula yang di vonis mati, tapi ini bukan pula menambah bulu kuduk pelaku berdiri dan takut. Keadaan justru semangkin runyam, meski eksekusinya terus berjalan satu persatu. Setelah korupsi, narkoba adalah kejahatan yang paling parah di negeri yang lembut ini.

Sadarlah……… kejahatan Inilah yang akan menghabiskan masa depan anak bangsa karena meluasnya penduduk negeri yang menjadi korban, dan tidak tersembuhkan.

Untuk mengatasinya, harus dikatakan bangsa yang lembut ini perlu belajar dari ketegasan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Kenapa? Kata orang di sana takut luar biasa menggunakan narkoba. Maka lupakankah semua kategori, buang semua kecanggihan membuat klasifikasi pelaku kejahatan narkoba.

Pakailah kaca mata bendi. Agar tidak pandang bulu. Lalu lakukan EKSEKUSI MATI.

*Pemimpin Redaksi TARGET BUSER Sumatera Group

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Personil Polsek Tanjung Pura Membantu Pengamanan Penyaluran Bantuan Beras Di Kantor Pos Cab. Tanjung Pura, Langkat Dan Berjalan Dengan Aman

17 May 2024 - 16:11 WIB

Mengenal Lebih Jauh Penggagas Media Target Buser Sumatera Group. Bersama Tumiran Dewan Redaksi

14 May 2024 - 19:53 WIB

Telah Terjadi kebakaran Kandang Ayam Potong Di Desa Pematang Serai Dan Tak Ada Korban Jiwa.

10 May 2024 - 20:48 WIB

Peringatan,  Hari Buruh Internasional May Day 2024 Di Langkat. Berbagai Kegiatan Positif Dilaksanakan Dari Jalan Santai Hingga Donor Darah. 

7 May 2024 - 21:43 WIB

Kegiatan Halal bi Halal Oleh Pegawai RSUD Tanjung Pura, Kec. Tanjung Pura, Langkat

30 April 2024 - 10:50 WIB

Muspika Kec. Tanjung Pura Membuka ‘Segel’ Di Pintu Masuk , Di Kantor Desa Serapuh Asli Dan Tampak Kehadiran Kapolsek Tanjung Pura, Akp Andri Gt Siregar, SH. MH

26 April 2024 - 19:56 WIB

Trending di Daerah